Kamis, Februari 01, 2024

Mengupas Kesenian Burok Mekar Karya Budaya

Pertujukan kesenian Burok Mekar Karya Budaya

Seni burok menjadi sebuah bentuk seni arak-arakan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Cirebon. Biasanya, seni burok ini dipertunjukan dalam rangka upacara khitanan. Dalam penampilannya yang penuh warna dan energetik, seni burok tidak hanya menghibur tetapi juga mengandung makna mendalam. Setiap gerakan dan kostum yang dipertunjukkan oleh para seniman burok membawa cerita sejarah, mitologi, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Cirebon. Menurut cerita dari penduduk setempat, seni burok dianggap sebagai warisan budaya yang menjadi identitas khas desa Kalimaro, karena kesenian ini pertama kali muncul di desa tersebut.

Selain dianggap sebagai salah satu warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Cirebon, seni Burok juga dinilai menyimpan berbagai filosofi masyarakat Cirebon yang dikenal sebagai masyarakat yang religius. Seni burok ini menjadi simbol penting dalam peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan, dan dipandang sebagai simbol telah meningkatnya nilai religi seseorang. Seni burok adalah hasil visualisasi dari peristiwa Isra Mi’raj, yang merupakan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW ke langit. Oleh karena itu, pada awalnya seni burok berfungsi sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam. Namun kini setelah mengalami perkembangan zaman seni burok menjadi pelengkap dalam upacara khitanan.

Perkembangan yang terjadi pada seni burok ini dipengaruhi seni modern yang menjadi minat baru masyarakat. Minat masyarakat terhadap seni modern mempengaruhi perkembangan seni burok dari tahun ke tahun, hal ini dapat dilihat pada iringan musik yang mulanya menggunakan genjring (rebana) yang kental dengan nilai-nilai Islamnya, kemudian tergantikan oleh organ tunggal hingga tarlingan. Dahulu, pertujukan seni burok mememasukan lantunan sholawatan dengan iringan genjring, namun saat ini seni burok hanya dianggap sebagai salah bentuk seni hiburan dengan nilai komersial, karena diubah menjadi bisnis oleh seniman burok.

Gambar wawancara dengan pemilik burok

Menurut hasil wawancara dengan salah satu pimpinan kesenian burok, yang bernama Mekar Karya Budaya (MKB) yang dipimpin oleh Faris Rafi Firdaus yang masih berumur 20 tahun, ini menyatakan bahwa awal terbentuknya kesenian burok MKB yang dia pimpin ini bermula dari kesukaan dirinya terhadap kesenian yang ada di kabupaten Cirebon khususnya kesenian burok. Karena menurutnya kesenian burok ini memiliki daya tarik tersendiri dan sangat disukai oleh kalangan anak-anak. Dibandingkan dengan kesenian lain kesenian burok ini menjadi salah satu kesenian yang ramai peminatnya.

Kesenian burok MKB ini telah berdiri sejak tahun 2014, dengan kepemimpinan sah dan resmi oleh Faris Rafi Firdaus. Menurutnya, keistimewaan dari seni burok ini, dibandingkan dengan seni burok lain, terletak pada cerita pewayangannya. Secara umum, di akhir pertunjukan burok ini, selalu ada satu cerita pewayangan, khususnya cerita Rahwana gugur.

“Rahwana itu terkenal dengan ilmu rawa rontek yang dimana kepala yang sudah dipenggal akan bisa nyatu lagi ke dalam tubuhnya, diceritakan bahwa selain Hanuman tidak ada yang bisa untuk melawan kesaktian Rahwana, didatangkanlah kakaknya namanya Sugriwa, sebelum Hanuman datang yang ngadepin Gerandong (bala tentaranya Rahwana) itu Sugriwa terlebih dahulu. Kemudian setelah Gerandong dan bala tentaranya Rahwana kalah. Sugriwa mencoba untuk melawan Rahwana, Namun usahanya itu gagal alhasil Sugriwa memanggil adiknya Hanuman untuk membantu membunuh Rahwana. Kemudian, akhirnya Rahwana pun bisa dikalahkan”. Ujar Faris pemilik burok.

Biasanya iring-iringan burok ini terdiri barongsai dibarisan pertama, kemudian disusul dengan kedua burok itu sendiri. Perwujudannya hewan seperti kuda memiliki empat kaki namun dibagian kepalanya berwujudkan kepala bidadari yang sangat ayu dan anggun, kemudian disusul dibarisan ketiga ada naga atau singa gotong yang merupakan patung atau boneka yang menyerupai naga atau singa dengan cara dipikul oleh empat orang pemain. Kemudian, para pemain tersebut menari mengikuti lantunan musik yang ada. Lanjut dibarisan keempat ada jejangkungan yang merupakan orang yang berjalan menggunakan dua bambu yang diikat di kaki, sehingga orang tersebut terlihat tinggi. Dibarisan paling akhir ada panggung dorong, yang berisikan alat-alat musik sebagai pengiring dari seni burok itu sendiri.

“Kesenian burok MKB ini memiliki semacam julukan atau moto selalu tampil beda, artinya setiap manggung entah itu beberapa tahun atau bulan selalu menampilkan yang berbeda. Misalnya, tahun ini memiliki naga, burung tahun berikutnya dijual lalu beli lagi yang baru. Agar masyarakat tidak merasa bosan.” Ujar Faris.

Kepuasan batin dan rasa bangga dirasakan oleh orangtua ketika melihat anaknya mampu menaiki burok, diarak keliling kampung, dan dilihat oleh banyak orang. Sepanjang rute yang dilalui akan tampak tatapan dan sikap kekaguman masyarakat partisipan dalam arak-arakan atau yang hanya sekedar menonton di pinggir jalan. Semua penonton terlihat menikmati jalannya pertujukan seni burok. Kondisi ini menunjukan pertunjukan seni Burok dapat memvisualisasikan kedudukan dan martabat seseorang di masyarakat.

Foto bersama pemilik burok Mekar Karya Budaya

Senin, Januari 29, 2024

BOLOS SEKOLAH SEBAGAI BENTUK PERILAKU KENALAN REMAJA

Remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, hal ini bisa ditandai dengan adanya perubahan seperti fisik dan psikis. Pada masa remaja inilah orang-orang menyebutnya sebagai masa pencarian jati diri. Akan tetapi, sering kali dalam pencarian jati diri ini remaja cenderung salah dalam bergaul. Sehingga, banyak yang menyimpang dari norma-norma yang ada di masyarakat. Perilaku penyimpangan inilah yang disebut sebagai kenakalan remaja.

Sesuai dengan pendapat para ahli, salah satunya Kartini Kartono (2011 : 6) menjelaskan kenakalan remaja adalah perilaku jahat, atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda; merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak karena pengabaian sosial. 

Kasus kenakalan remaja yang banyak terjadi saat ini adalah bolos sekolah. Bolos sekolah dikalangan pelajar bukan sesuatu hal yang baru. Hal ini sudah terjadi sejak dulu. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan saat membuka rapat terkait Strategi Peningkatan Peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA), di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2020) tingginya ketidakharidaran siswa di kelas menjadi salah satu penyebab turunnya kuliatas pendidikan di Indonesia.

Perilaku membolos ini dilakukan, pelajar dengan cara tetap pergi dari rumah dengan pakaian berseragam rapi, tetapi mereka tidak berada di sekolah. Atau bisa saja mereka datang ke sekolah hanya di mata pelajaran tertentu, kemudian mereka meninggalkan kelas dengan berbagai alasan yang mereka buat-buat. Perilaku bolos sekolah ini terjadi salah satunya karena siswa mengalami kejenuhan dalam proses pembelajaran atau ada masalah dengan guru atau temannya.

Faktor utama penyebab perilaku bolos sekolah ini ada dua yakni, faktor eksternal dan faktor internal. Factor ekstenal ini biasa muncul dari luar yang mempengaruhi siswa. Misalnya, metode belajar yang tidak sesuai dengan dirinya. Sehingga siswa merasa bosan dan jenuh terhadap proses pembelajaran. Selanjutnya, pengaruh dari teman-temannya untuk membolos, dengan mengatasnamakan solidaritas dan takut dikucilkan sehingga siswa mau untuk diajak membolos. Kemudian factor internal yang terjadi di dalam diri siswa itu sendiri. Misalnya, kurang motivasi belajar, dan juga rasa malas. Namun, apapun penyebabnya perilaku bolos sekolah ini akan dapat merusak citra atau nama baik sekolah.

Melihat berbagai persoalan tersebut, ada beberapa upaya yang bisa diambil untuk meminimalisasikan perilaku bolos sekolah. Pertama, peran guru dalam penyampaian materi pembelajaran di kelas harus lebih dioptimalkan lagi agar siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Kedua, guru juga harus melakukan pengenalan terhadap apa yang menjadi minat dari tiap-tiap siswa. Ketiga, peran bimbingan konseling melalui berbagai pendekatan personal kepada siswa, diharapkan siswa itu dapat terbuka mengenai permasalahan yang dihadapinya. Sehingga, pembimbing dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa. Keempat, peran orang tua juga termasuk didalamnya, karena umumnya seorang anak yang melakukan perilaku pelanggaran norma-norma biasa karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya. Sehingga anaknya seolah apa yang dilakukan itu benar, tanpa adanya nasihat, atau bentuk perhatian orangtua.

Masa depan berada di tangan remaja, maka sudah sepatutnya sebagai remaja untuk menjalankan kewajiban mengeyam pendidikan dalam rangka meningkatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Sehingga diharapkan mampu untuk memperbaiki kualitas pendidikan yang ada di negara Indonesia.

Mengupas Kesenian Burok Mekar Karya Budaya

Pertujukan kesenian Burok Mekar Karya Budaya Seni burok menjadi sebuah bentuk seni arak-arakan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Cireb...