Senin, Januari 29, 2024

BOLOS SEKOLAH SEBAGAI BENTUK PERILAKU KENALAN REMAJA

Remaja merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, hal ini bisa ditandai dengan adanya perubahan seperti fisik dan psikis. Pada masa remaja inilah orang-orang menyebutnya sebagai masa pencarian jati diri. Akan tetapi, sering kali dalam pencarian jati diri ini remaja cenderung salah dalam bergaul. Sehingga, banyak yang menyimpang dari norma-norma yang ada di masyarakat. Perilaku penyimpangan inilah yang disebut sebagai kenakalan remaja.

Sesuai dengan pendapat para ahli, salah satunya Kartini Kartono (2011 : 6) menjelaskan kenakalan remaja adalah perilaku jahat, atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda; merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak karena pengabaian sosial. 

Kasus kenakalan remaja yang banyak terjadi saat ini adalah bolos sekolah. Bolos sekolah dikalangan pelajar bukan sesuatu hal yang baru. Hal ini sudah terjadi sejak dulu. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan saat membuka rapat terkait Strategi Peningkatan Peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA), di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2020) tingginya ketidakharidaran siswa di kelas menjadi salah satu penyebab turunnya kuliatas pendidikan di Indonesia.

Perilaku membolos ini dilakukan, pelajar dengan cara tetap pergi dari rumah dengan pakaian berseragam rapi, tetapi mereka tidak berada di sekolah. Atau bisa saja mereka datang ke sekolah hanya di mata pelajaran tertentu, kemudian mereka meninggalkan kelas dengan berbagai alasan yang mereka buat-buat. Perilaku bolos sekolah ini terjadi salah satunya karena siswa mengalami kejenuhan dalam proses pembelajaran atau ada masalah dengan guru atau temannya.

Faktor utama penyebab perilaku bolos sekolah ini ada dua yakni, faktor eksternal dan faktor internal. Factor ekstenal ini biasa muncul dari luar yang mempengaruhi siswa. Misalnya, metode belajar yang tidak sesuai dengan dirinya. Sehingga siswa merasa bosan dan jenuh terhadap proses pembelajaran. Selanjutnya, pengaruh dari teman-temannya untuk membolos, dengan mengatasnamakan solidaritas dan takut dikucilkan sehingga siswa mau untuk diajak membolos. Kemudian factor internal yang terjadi di dalam diri siswa itu sendiri. Misalnya, kurang motivasi belajar, dan juga rasa malas. Namun, apapun penyebabnya perilaku bolos sekolah ini akan dapat merusak citra atau nama baik sekolah.

Melihat berbagai persoalan tersebut, ada beberapa upaya yang bisa diambil untuk meminimalisasikan perilaku bolos sekolah. Pertama, peran guru dalam penyampaian materi pembelajaran di kelas harus lebih dioptimalkan lagi agar siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Kedua, guru juga harus melakukan pengenalan terhadap apa yang menjadi minat dari tiap-tiap siswa. Ketiga, peran bimbingan konseling melalui berbagai pendekatan personal kepada siswa, diharapkan siswa itu dapat terbuka mengenai permasalahan yang dihadapinya. Sehingga, pembimbing dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa. Keempat, peran orang tua juga termasuk didalamnya, karena umumnya seorang anak yang melakukan perilaku pelanggaran norma-norma biasa karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya. Sehingga anaknya seolah apa yang dilakukan itu benar, tanpa adanya nasihat, atau bentuk perhatian orangtua.

Masa depan berada di tangan remaja, maka sudah sepatutnya sebagai remaja untuk menjalankan kewajiban mengeyam pendidikan dalam rangka meningkatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Sehingga diharapkan mampu untuk memperbaiki kualitas pendidikan yang ada di negara Indonesia.

Mengupas Kesenian Burok Mekar Karya Budaya

Pertujukan kesenian Burok Mekar Karya Budaya Seni burok menjadi sebuah bentuk seni arak-arakan yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Cireb...